RINGKASAN MATERI KATA KETERANGAN DAN IMBUHAN

 A. Jenis-Jenis Kata Keterangan (Adverbia)

Pengertian:

Kata keterangan adalah kata yang berfungsi memberi keterangan atau penjelasan tambahan pada kata kerja (verba), kata sifat (adjektiva), atau seluruh kalimat.

1. Keterangan Utama

a. Keterangan Waktu

Menunjukkan kapan peristiwa terjadi.

Contoh:

kemarin

tadi pagi

sekarang

besok

Contoh kalimat:

Saya belajar kemarin.

Dia datang pagi ini.

b. Keterangan Tempat

Menunjukkan di mana peristiwa terjadi.

Contoh:

di rumah

di sekolah

ke pasar

dari kantor

Contoh kalimat:

Ibu memasak di dapur.

c. Keterangan Cara

Menunjukkan bagaimana perbuatan dilakukan.

Contoh:

dengan hati-hati

perlahan-lahan

cepat-cepat

Contoh kalimat:

Ia berjalan perlahan-lahan.

d. Keterangan Derajat / Intensitas

Menunjukkan tingkat atau kadar.

Contoh:

sangat

agak

terlalu

paling

Contoh kalimat:

Soal itu sangat sulit.

e. Keterangan Frekuensi

Menunjukkan seberapa sering.

Contoh:

selalu

sering

kadang-kadang

jarang

tidak pernah

Contoh kalimat:

Dia selalu datang tepat waktu.

f. Keterangan Alat

Menunjukkan dengan apa perbuatan dilakukan.

Contoh:

dengan pulpen

memakai pisau

Contoh kalimat:

Ia menulis dengan pulpen.

g. Keterangan Kesertaan

Menunjukkan dengan siapa perbuatan dilakukan.

Contoh:

bersama ibu

dengan teman

Contoh kalimat:

Saya pergi bersama ayah.

h. Keterangan Sebab

Menunjukkan alasan terjadinya peristiwa.

Contoh:

karena hujan

sebab sakit

Contoh kalimat:

Ia tidak masuk sekolah karena sakit.

i. Keterangan Akibat

Menunjukkan hasil atau dampak.

Contoh:

sehingga terlambat

sampai basah kuyup

Contoh kalimat:

Hujan deras, sehingga jalan tergenang.

j. Keterangan Tujuan

Menunjukkan maksud atau tujuan.

Contoh:

untuk belajar

guna berlatih

Contoh kalimat:

Ia belajar keras untuk lulus ujian.

2. Keterangan Lainnya

a. Keterangan Perlawanan

Menunjukkan pertentangan.

Contoh:

meskipun

walaupun

Contoh kalimat:

Meskipun lelah, ia tetap belajar.

b. Keterangan Perbandingan

Menunjukkan perbandingan.

Contoh:

seperti

bagaikan

laksana

Contoh kalimat:

Suaranya merdu seperti penyanyi.

c. Keterangan Modalitas

Menunjukkan sikap atau kemungkinan.

Contoh:

mungkin

barangkali

tentu

pasti

Contoh kalimat:

Ia mungkin datang besok.

d. Keterangan Aspek

Menunjukkan tahap waktu kejadian.

Contoh:

sudah

sedang

akan

baru saja

Contoh kalimat:

Saya sedang belajar.

e. Keterangan Sudut Pandang

Menunjukkan pendapat atau sumber pandangan.

Contoh:

menurut saya

menurut guru

Contoh kalimat:

Menurut ibu, sikap itu kurang baik.

B. Imbuhan (Afiks)

Pengertian:

Imbuhan adalah bunyi atau bentuk yang ditambahkan pada kata dasar untuk:

membentuk kata baru,

mengubah makna,

mengubah kelas kata,

memperjelas fungsi gramatikal.

1. Jenis-Jenis Imbuhan

a. Prefiks (Awalan)

Imbuhan di awal kata.

Contoh:

me- → menulis, membaca

ber- → berlari, bermain

di- → dibaca, ditulis

ke- → keindahan

b. Sufiks (Akhiran)

Imbuhan di akhir kata.

Contoh:

-kan → bacakan, kirimkan

-i → datangi, hormati

-an → tulisan, makanan

c. Infiks (Sisipan)

Imbuhan di tengah kata (jarang digunakan).

Contoh:

-el- → geletar

-em- → gemetar

-er- → gerigi

d. Konfiks (Awalan + Akhiran)

Gabungan awalan dan akhiran.

Contoh:

ke-…-an → kebaikan, kebersihan

pe-…-an → pelajaran, pekerjaan

ber-…-an → berlarian

e. Simulfiks

Imbuhan yang mengubah bentuk kata sekaligus secara bunyi (umumnya bahasa lisan).

Contoh:

kopi → ngopi

sate → nyate

rokok → ngerokok

f. Imbuhan Serapan

Imbuhan dari bahasa asing.

Contoh:

maha- → mahakuasa

pra- → prasejarah

pasca- → pascapanen

-isme → nasionalisme

-isasi → modernisasi

2. Fungsi Imbuhan

Membentuk kata baru

ajar → pengajar

baca → pembaca

Mengubah makna kata

isi → mengisi

satu → kesatuan

Mengubah kelas kata

ajar (verba) → pelajaran (nomina)

indah (adjektiva) → keindahan (nomina)

Memperjelas fungsi gramatikal dalam kalimat

Contoh:

Saya membaca buku.

Buku itu dibaca adik.

C. Kesimpulan

Kata keterangan berfungsi memberi penjelasan tambahan tentang waktu, tempat, cara, sebab, tujuan, akibat, dan sikap pembicara dalam kalimat.

Imbuhan dalam bahasa Indonesia terdiri atas:

prefiks,

sufiks,

infiks,

konfiks,

simulfiks,

imbuhan serapan.

Imbuhan berperan penting dalam:

pembentukan kata,

perubahan makna,

perubahan kelas kata,

penyusunan struktur kalimat yang benar.

Postingan populer dari blog ini

TUGAS PJJ TENTANG PIDATO

📑TEKS TANGGAPAN