Jawaban soal tka
Berikut jawaban lengkap dan jelas untuk setiap pertanyaanmu ๐
---
1. Macam-macam Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Karya Sastra
A. Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra dari dalam, atau yang terdapat di dalam cerita itu sendiri.
Berikut macam-macamnya:
1. Tema
→ Gagasan pokok atau ide utama yang mendasari cerita.
Contoh: tema perjuangan, cinta, persahabatan, kejujuran, dll.
2. Tokoh dan Penokohan
→ Tokoh adalah pelaku cerita, sedangkan penokohan adalah cara pengarang menggambarkan watak tokoh.
Contoh: Siti digambarkan sebagai gadis yang sabar dan rajin.
3. Alur (Plot)
→ Rangkaian peristiwa dalam cerita dari awal hingga akhir.
Jenis: alur maju, mundur, atau campuran.
4. Latar (Setting)
→ Tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa.
Contoh: di desa pada pagi hari dengan suasana tenang.
5. Amanat
→ Pesan moral atau nilai yang ingin disampaikan pengarang.
Contoh: “Kita harus jujur dalam segala hal.”
6. Sudut Pandang (Point of View)
→ Posisi pengarang dalam menyampaikan cerita.
Contoh: sudut pandang orang pertama (“aku”), orang ketiga (“dia”).
7. Gaya Bahasa (Majas/Diksi)
→ Pilihan kata dan gaya penyampaian pengarang.
Contoh: majas metafora, personifikasi, dll.
---
B. Unsur Ekstrinsik
Unsur ekstrinsik adalah unsur yang berasal dari luar karya sastra tetapi memengaruhi isi dan bentuknya.
Meliputi:
1. Latar belakang pengarang (pendidikan, pengalaman, kehidupan sosial).
2. Kondisi sosial budaya masyarakat pada masa karya itu dibuat.
3. Nilai-nilai yang terkandung, seperti nilai moral, sosial, religius, politik, dan ekonomi.
4. Situasi sejarah atau keadaan zaman ketika karya itu ditulis.
---
2. Istilah-istilah dalam Karya Sastra
A. Cerpen (Cerita Pendek)
1. Tema – Ide utama cerita.
2. Tokoh dan Penokohan – Pelaku dan wataknya.
3. Alur – Urutan peristiwa.
4. Latar – Tempat, waktu, suasana.
5. Sudut Pandang – Cara pengarang menyampaikan cerita.
6. Amanat – Pesan moral yang ingin disampaikan.
7. Konflik – Pertentangan yang terjadi dalam cerita.
---
B. Drama
1. Naskah – Teks yang berisi dialog dan petunjuk pementasan.
2. Dialog – Percakapan antar tokoh.
3. Prolog – Pembukaan drama.
4. Epilog – Penutup drama.
5. Babak dan Adegan – Pembagian bagian dalam drama.
6. Lakon – Cerita yang dimainkan dalam drama.
7. Pemain dan Sutradara – Pelaku dan pengatur jalannya pementasan.
---
C. Puisi
1. Diksi – Pemilihan kata dalam puisi.
2. Majas – Gaya bahasa yang indah.
3. Rima – Persamaan bunyi pada akhir baris.
4. Irama (Ritme) – Iringan bunyi yang teratur.
5. Tipografi – Tata letak baris dan bait puisi.
6. Amanat – Pesan yang terkandung.
7. Imaji (Citraan) – Gambaran yang menimbulkan kesan indra (penglihatan, pendengaran, perasaan).
---
3. Persamaan dan Perbedaan Pantun dengan Syair
Aspek Pantun Syair
Asal Melayu Arab-Persia
Bentuk Tiap bait 4 baris Tiap bait 4 baris
Rima a-b-a-b-a-a-a-a
Isi Baris 1–2 Sampiran (pembuka) Isi (semua baris isi)
Isi Baris 3–4 Isi (pesan utama) Isi (lanjutan cerita)
Fungsi Untuk hiburan dan nasihat Untuk menyampaikan cerita dan nasihat
Persamaan Keduanya berbentuk puisi lama, berirama, terdiri dari empat baris tiap bait, dan mengandung pesan moral.
---
4. Majas-majas dalam Bahasa Indonesia
Berikut macam-macam majas beserta pengertian dan contoh kalimatnya ๐
Jenis Majas Pengertian Contoh Kalimat
1. Metafora Membandingkan dua hal tanpa kata pembanding Dia adalah bunga desa di kampung itu.
2. Personifikasi Memberi sifat manusia pada benda mati Angin malam berbisik lembut di telingaku.
3. Hiperbola Melebih-lebihkan kenyataan Tangisannya mengguncang seluruh ruangan.
4. Litotes Merendahkan diri untuk merendah hati Silakan mampir ke gubuk kami yang sederhana ini.
5. Simile (Perumpamaan) Membandingkan dengan kata “seperti”, “bagai”, “laksana” Wajahnya bersinar seperti mentari pagi.
6. Ironi Sindiran halus dengan makna berlawanan Rapi sekali kamarmu, sampai tidak kelihatan lantainya!
7. Metonimia Menyebutkan merek untuk menggantikan benda Ayah membeli Aqua di warung.
8. Eufemisme Menghaluskan kata yang dianggap kasar Petugas itu menertibkan tunawisma di jembatan.
9. Pleonasme Menggunakan kata berlebihan yang sebenarnya tidak perlu Naiklah ke atas panggung itu!
10. Alegori Cerita atau perumpamaan yang mengandung makna simbolis Hidup ini ibarat roda, kadang di atas, kadang di bawah.